Thomas Brodie-Sangster dan Hafthór Júlíus Björnsson sama-sama di usia 25 tahun, Brilio.net

Konon ada dua golongan manusia di bumi ini, mereka yang punya wajah awet muda, dan lainnya yang cenderung terlihat lebih tua dibanding umurnya atau sering diberi istilah si “Wajah Boros”.Dan kebetulan sekali saya datang dari tipe kedua.

Dengan mengemban usia 24 tahun  di tahun ini (di kampung umur segini emang tergolong sudah tua sih.hhiii). Ada banyak orang yang baru pertama bertemu yang sering memanggil dengan sebutan “om” bahkan “pak”, untung bukan mbah. Para salesman baru juga sering bertanya perihal istri atau anak, yang belum saya punya, hingga kadang hanya bisa saya senyumi.Hhhh

Lucu memang, tapi mau gimana lagi. Jenggot dan kumis di wajah yang kadang lupa saya cukur, atau mungkin karena jakun besar yang bersarang di tubuh kurus inilah yang membuat saya dikira orang yang sudah tua, padahal memang iya. Hhiii

Saya akui, dibandingkan rekan seangkatan semasa sekolah, saya juga kelihatan lebih berumur dibanding mereka. Karena pernah ada kesempatan ketika saya menceritakan tentang teman-teman seangkatan saya kepada yang lebih muda, tetapi mereka justru mengira saya kakak kelas dan lahir duluan. Parahnya beberapa juga tak percaya jika memang saya kelahiran tahun 94. Saat itulah saya ingin segera menunjukan KTP atau KK keluarga saya. Eh, tapi tak mungkin juga. Wkwkw

Adapun penyebab lain dari borosnya wajah saya antara lain : 

1. Gaya Hidup

Sudah beberapa kali saya berusaha untuk tidak tidur lewat malam. Namun apadaya, hasrat bermain ponsel pintar selalu berhasil merayu saya untuk tetap terjaga hingga dinihari. Alhasil, begadang pun tak bisa dihindari. Padahal, begadang merupakan cara paling mudah memperbesar lingkaran hitam di area mata. Tak hanya membuat wajah tak segar, mata panda juga menambah kesan kusam dan lesu pada wajah. Kurangnya olahraga serta pola makan yang tak teratur juga membuat badan saya semakin kurus sejadi-jadinya.

2. Cuek Dengan Penampilan

Dianugerahi bulu lebat di wajah kadang membuat saya terlena hingga lupa untuk merawatnya. Dua minggu sekali kadang saya membiarkan kumis dan jenggot tumbuh menjalar layaknya rerumputan di tanah yang lapang. Hal ini tentu memberi kesan lusuh pula di wajah saya. Selain itu, saya juga tergolong anti memakai pembersih wajah. Selain karena malas, dulu saya pernah mencoba beberapa merk tetapi tak ada satu pun yang cocok. Alih-alih mendapat wajah putih, segar, dan berseri idaman para lawan jenis. Muka saya justru menjadi kering merana dengan diselingi tumbuhnya jerawat. 

3. Kebiasaan Memendam Masalah

Karakter pendiam dan cenderung tertutup membuat saya sering bertindak bodoh. Bukannya bertukar pikiran guna mencari solusi kala saya memiliki permasalahan, saya kadang memilih memendamnya sendiri. Beban stress yang terus dikubur inilah yang berakibat pula dengan munculnya raut muka yang kelihatan muram dan terkesan lelah. #Sotoy

Hhaa.. memiliki wajah boros memang kadang membuat saya sendiri tak nyaman. Tetapi lewat ini pula saya belajar bagaimana harusnya saya merawat diri sendiri. Hhee

Adakah yang senasib?

Iklan